Rabu, 17 Juni 2020

Perkembangan Ancaman Keamanan Sistem

Keamanan sistem pada saat ini telah banyak dibangun oleh para kelompok analis dan 

programmer namun pada akhirnya ditinggalkan oleh para pemakainya. Hal tersebut terjadi karena sistem yang 

dibangun lebih berorientasi pada pembuatnya sehingga berakibat sistem yang dipakai sulit untuk digunakan atau 

kurang user friendly bagi pemakai, sistem kurang interaktif dan kurang memberi rasa nyaman bagi pemakai, 

sistem sulit dipahami interface dari sistem menu dan tata letak kurang memperhatikan kebiasaan perilaku 

pemakai, sistem dirasa memaksa bagi pemakai dalam mengikuti prosedur yang dibangun sehingga sistem terasa 

kaku dan kurang dinamis, keamanan dari sistem informasi yang dibangun tidak terjamin. 

Hal-hal yang disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam membangun sebuah keamanan sistem 

informasi harus memiliki orientasi yang berbasis perspektif bagi pemakai bukan menjadi penghalang atau

bahkan mempersulit dalam proses transaksi dan eksplorasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat banyak cara 

untuk mengamankan data maupun informasi pada sebuah sistem. Pengamanan data dapat dibagi menjadi dua 

jenis yaitu : penecegahan dan pengobatan. Pencegahan dilakukan supaya data tidak rusak, hilang dan dicuri, 

sementara pengobatan dilakukan apabila data sudah terkena virus, sistem terkena worm, dan lubang keamanan 

sudah diexploitasi. 

Pengertian dasar keamanan informasi 
Sistem keamanan informasi (information security) memiliki empat tujuan yang sangat mendasar adalah
a)Kerahasiaan (Confidentiality). 
Informasi pada sistem komputer terjamin kerahasiaannya, hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi, 
keutuhan serta konsistensi data pada sistem tersebut tetap terjaga. Sehingga upaya orang-orang yang ingin 
mencuri informasi tersebut akan sia-sia. 
b)Ketersediaan (Availability). 
Menjamin pengguna yang sah untuk selalu dapat mengakses informasi dan sumberdaya yang diotorisasi. Untuk 
memastikan bahwa orang-orang yang memang berhak untuk mengakses informasi yang memang menjadi 
haknya. 
c)Integritas (Integrity) 
Menjamin konsistensi dan menjamin data tersebut sesuai dengan aslinya, sehingga upaya orang lain 
yang berusaha merubah data akan segera dapat diketahui. 
d)Penggunaan yang sah (Legitimate Use). 
Menjamin kepastian bahwa sumberdaya tidak dapat digunakan oleh orang yang tidak berhak. 

Masalah keamanan dalam sistem informasi 
Ancaman terhadap sistem informasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif. 
a.Ancaman aktif mencakup:
1. Pencurian data 
Jika informasi penting yang terdapat dalam database dapat diakses oleh orang yang tidak berwenang maka
hasilnya dapat kehilangan informasi atau uang. Misalnya, mata-mata industri dapat memperoleh informasi
persaingan yang berharga, penjahat komputer dapat mencuri uang bank. 
2. Penggunaan sistem secara ilegal 
Orang yang tidak berhak mengakses informasi pada suatu sistem yang bukan menjadi hak-nya, dapat mengakses 
sistem tersebut. Penjahat komputer jenis ini umumnya adalah hacker yaitu orang yang suka menembus sistem 
keamanan dengan tujuan mendapatkan data atau informasi penting yang diperlukan, memperoleh akses ke sistem 
telepon, dan membuat sambungan telepon jarak jauh secara tidak sah. 
3. Penghancuran data secara ilegal 
Orang yang dapat merusak atau menghancurkan data atau informasi dan membuat berhentinya suatu sistem 
operasi komputer. Penjahat komputer ini tidak perlu berada ditempat kejadian. Ia dapat masuk melalui jaringan 
komputer dari suatu terminal dan menyebabkan kerusakan pada semua sistem dan hilangnya data atau informasi 
penting. Penjahat komputer jenis ini umumnya disebut sebagai cracker yaitu penjebol sistem komputer yang 
bertujuan melakukan pencurian data atau merusak sistem. 
4. Modifikasi secara ilegal 
Perubahan-perubahan pada data atau informasi dan perangkat lunak secara tidak disadari. Jenis modifikasi yang 
membuat pemilik sistem menjadi bingung karena adanya perubahan pada data dan perangkat lunak disebabkan 
oleh progam aplikasi yang merusak (malicious software). Program aplikasi yang dapat merusak tersebut terdiri 
dari program lengkap atau segemen kode yang melaksanakan fungsi yang tidak dikehendaki oleh pemilik sistem. 
Fungsi ini dapat menghapus file atau menyebabkan sistem terhenti. Jenis aplikasi yang dapat merusak data atau 
perangkat lunak yang paling populer adalah virus. 
b.Ancaman pasif mencakup:
1. Kegagalan sistem 
Kegagalan sistem atau kegagalan software dan hardware dapat menyebabkan data tidak konsisten, transaksi 
tidak berjalan dengan lancar sehingga data menjadi tidak lengkap atau bahkan data menjadi rusak. Selain itu, 
tegangan listrik yang tidak stabil dapat membuat peralatan-peralatan menjadi rusak dan terbakar. 
2. Kesalahan manusia 
Kesalahan pengoperasian sistem yang dilakukan oleh manusia dapat mengancam integritas sistem dan data.

Klasifikasi metode penyerangan 
Pada dasarnya suatu sistem yang aman akan mencoba melindungi data didalamnya, beberapa 
kemungkinan serangan yang dapat dilakukan antara lain : 
1.Intrusion
Pada metode ini seorang penyerang dapat menggunakan sistem komputer yang dimiliki orang lain. Sebagian
penyerang jenis ini menginginkan akses sebagaimana halnya pengguna yang memiliki hak untuk mengakses 
sistem. 
2. Denial of services. 
Penyerangan jenis ini mengakibatkan pengguna yang sah tak dapat mengakses sistem karena terjadi kemacetan 
pada sistem. Contoh dari metode penyerangan ini adalah Distributed Denial of Services (DDOS) yang 
mengakibatkan beberapa situs Internet tak bisa diakses. Banyak orang yang melupakan jenis serangan ini dan 
hanya berkonsentrasi pada intrusion saja. 
3. Joyrider
Pada serangan ini disebabkan oleh orang yang merasa iseng dan ingin memperoleh kesenangan dengan cara 
menyerang suatu sistem. Mereka masuk ke sistem karena beranggapan bahwa mungkin didalam sistem terdapat 
data yang menarik. Rata-rata mereka hanya terbawa rasa ingin tahu, tapi hal tersebut menyebabkan terjadinya 
kerusakan atau kehilangan data. 
4.Vandal. 
Jenis serangan ini bertujuan untuk merusak sistem, namun hanya ditujukan untuk situs-situs besar. 
5. Hijacking. 
Seseorang menempatkan sistem monitoring atau spying terhadap pengetikan yang dilakukan pengguna pada PC 
yang digunakan oleh pengguna. Biasaya teknik penyerangan ini membutuhkan program khusus seperti program 
keylog atau sejenisnya. Saat ini semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan jasa dari seseorang yang 
memiliki kemampuan ini. 
Terdapat beberapa jenis macam mata-mata, yaitu : 
a)The curious (Si ingin tahu) 
Tipe penyusup yang pada dasarnya tertarik menemukan jenis sistem dan data yang dimiliki orang lain. 
b)The malicious (Si perusak) 
Tipe penyusup yang berusaha untuk merusak sistem, atau merubah halaman web site. 
c)The high profile intruder (Si profil tinggi) 
Penyusup yang berusaha menggunakan sistem untuk memperoleh popularitas dan ketenaran. 
d) The competition (Si Pesaing) 
Penyusup yang tertarik pada data yang terdapat dalam sebuah sistem. 
6. Sniffing 
Sesorang yang melakukan monitoring atau penangkapan terhadap paket data yang ditransmisikan dari 
komputer client ke web server pada jaringan internet (saluran komunikasi). 
7. Spoofing 
Seseorang berusaha membuat pengguna mengunjungi sebuah halaman situs yang salah sehingga membuat 
pengunjung situs memberikan informasi rahasia kepada pihak yang tidak berhak. Untuk melakukan metode 
penyerangan ini seseorang terlebih dahulu membuat situs yang mirip namanya dengan nama server 
eCommerce asli. Contoh dari kasus yang pernah terjadi dan menimpa pada salah satu nasabah bank bca, ketika 
itu ada seseorang membuat situs palsu yang hampir sama dengan situs asli dengan nama www.klik_bca.com,
www.klikbca.org, www.klik-bca.com, www.klikbca.co.id, www.clickbca.com, www.clicbca.com, 
www.clikbca.com. Dengan demikian ketika salah satu nasabah atau pengguna membuka alamat situs palsu 
yang sekilas terlihat sama akan tetap menduga bahwa situs yang dikunjungi adalah situs klikbca yang benar. 
Tujuan dari metode ini adalah menjebak nasabah atau pengunjung situs agar memasukkan inforasi yang 
penting dan rahasia, seperti data kartu kredit, id dan nomor pin atau password. 
 
Seseorang melakukan serangan pada situs asli (misalkan www.upnyk.ac.id) kemudian mengganti isi halaman 
pada server tersebut dengan halaman yang telah dimodifikasi. Dengan demikian pengunjung akan 
mengunjungi alamat dan server yang benar namun halaman yang asli telah berubah. Tujuan dari seseorang 
yang menggunakan metode penyerangan ini yaitu agar instansi, perusahaan, pemerintahan dan organisasi 
tertentu yang memiliki situs sebagai sarana untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat terkait menjadi
tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya. 
9.Virus 
Virus adalah kode program yang dapat mengikatkan diri pada aplikasi atau file, di mana program tersebut bisa 
menyebabkan komputer bekerja di luar kehendak pemakai sehingga file yang berkestensi terntentu menjadi
terinfeksi yangmengakibatkan file menjadi hilang karena disembunyikan (hide), termodifikasi (encrypt) bahkan 
terhapus (delete). 
10. Trojan Horse 
Salah satu metode penyerangan yang sangat ampuh dan sering digunakan dalam kejahatan-kejahatan di 
internet. Seseorang memberikan program yang bersifat free atau gratis, yang memiliki fungsi dan mudah 
digunakan (user friendly), tetapi di dalam program tersebut terdapat program lain yang tidak terlihat oleh user 
yang berfungsi menghapus data. Misalnya program untuk cracking password, credit-card generator dan lain￾lain. 
11. Worm 
Program yang dapat menduplikasikan dirinya sendiri dengan menggunakan media komputer yang 
mengakibatkan kerusakan pada sistem dan memperlambat kinerja komputer dalam mengaplikasi sebuah 
program. 

Ada banyak cara mengamankan data atau informasi pada sebauh sistem. Pada umumnya pengamanan data 
dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu : penecegahan (presentif) dan pengobatan (recovery). 
1. Pengendalian akses. 
Pengendalian akses dapat dicapai dengan tiga langkah, yaitu: 
a) Identifikasi pemakai (user identification). 
Mula-mula pemakai mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya, seperti 
kata sandi atau password. Identifikasi tersebut dapat mencakup lokasi pemakai, seperti titik masuk jaringan dan 
hak akses telepon. 
b)Pembuktian keaslian pemakai (user authentication). 
Setelah melewati identifikasi pertama, pemakai dapat membuktikan hak akses dengan menyediakan sesuatu yang 
ia punya, seperti kartu id (smart card, token dan identification chip), tanda tangan, suara atau pola ucapan. 
c)Otorisasi pemakai (user authorization). 
Setelah melewati pemeriksaan identifikasi dan pembuktian keaslian, maka orang tersebut dapat diberi hak 
wewenang untuk mengakses dan melakukan perubahan dari suatu file atau data. 
2. Memantau adanya serangan pada sistem. 
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya penyusup yang masuk 
kedalam sistem (intruder) atau adanya serangan (attack) dari hacker. sistem ini biasa disebut “intruder 
detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu admin melalui e-mail atau melalui mekanisme 
lain. Terdapat berbagai cara untuk memantau adanya penyusup. Ada yang bersifat aktif dan pasif. IDS cara 
yang pasif misalnya dengan melakukan pemantauan pada logfile. 
Berbagai macam software IDS antara lain, yaitu: 
a) Autobuse yaitu mendeteksi port scanning dengan melakukan pemantauan pada logfile. 
b) Port blocker yaitu memblok port tertentu terhadap serangan. Biasanya untuk melakukan port blok 
memerlukan software tertentu, seperti NinX atau sejenisnya. 
c) Courtney dan portsentry yaitu mendeteksi port scanning dengan melakukan pemantauan paket data 
yang sedang lewat. 
d) Snort yaitu mendeteksi pola pada paket data yang lewat dan mengirimkan instruksi siaga jika pola 
tersebut terdeteksi. Pola disimpan dalam berkas yang disebut library yang dapat dikonfigurasi sesuai 
dengan kebutuhan. 
3. Penggunaan enkripsi . 
Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan sistem yaitu dengan menggunakan teknologi 
enkripsi data. Data-data yang dikirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah diketahui oleh 
orang lain yang tidak berhak. 
Ada tiga kategori enkripsi yaitu: 
a. Enkripsi rahasia. 
 Terdapat sebuah kunci yang dapat digunakan untuk meng-enkripsi dan men-dekripsi datadata. 
b. Enkripsi publik
Terdapat dua kunci yang digunakan, satu kunci digunakan untuk melakukan enkripsi dan kunci yang lain 
digunakan untuk melakukan proses dekripsi. 
c. Fungsi one-way. 
 Suatu fungsi dimana informasi di enkripsi untuk menciptakan “signature” dari data asli yang dapat digunakan 
untuk keperluan autentifikasi. 
Enkripsi dibentuk berdasarkan algoritma yang dapat mengacak data kedalam bentuk yang tidak bisa 
dibaca atau rahasia, sedangkan dekripsi dibentuk berdasarkan algoritma yang sama untuk mengembalikan data 
yang teracak menjadi bentuk asli atau dapat dibaca.
Metode enkripsi 
Ada beberapa metode enkripsi yaitu: 
a)DES (Data Encryption Standard) 
DES merupakan nama dari sebuah algoritma untuk mengenkripsi data yang dikeluarkan oleh Federal 
Information Processing Stadard (FIPS) Amerika Serikat. DES memiliki blok kunci 64-bit, tetapi yang digunakan 
dalam proses eksekusi adalah 54 bit. Algoritma enkripsi ini termasuk algoritma yang tidak mudah untuk 
diterobos. 
b)3DES (Triple DES) 
Triple DES dikembangkan untuk mengatasi kelemahan ukuran kunci yang digunakan pada proses enkripsi￾deskripsi DES sehingga teknik kriptografi ini lebih tahan terhadap exhaustive key search yang dilakukan oleh 

Selasa, 16 Juni 2020

Penjadwalan Proses Dalam Sistem Operasi

Penjadwalan Proses
  • Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. 
  • Penjadwalan bertugas memutuskan proses yang harus berjalan dan kapan atau berapa lama proses itu berjalan. 

Kriteria Penjadwalan

1. Adil  
  • Proses-proses mendapat jatah waktu pemroses. 
  • Tak ada proses yang tak kebagian layanan pemroses.

2. Efisiensi 
  • Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses. 
  • Menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk efisiensi mencapai maksimum. 

3. Waktu tanggap (response time) 
  • Waktu tanggap pada sistem interaktif waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan  sampai hasil pertama muncul di layar (terminal) terminal response time 
  • Waktu tanggap pada sistem waktu nyata (real-time) waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi event response time 

4. Turn arround time 
  • Waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem. 
  • Waktu yang dihabiskan di dalam sistem.       
  • Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu. 
  • Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn arround time. 

5. Throughput
  • Jumlah kerja atau jumlah job yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. 
  • Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. 
  • Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem. 

Tipe Penjadwalan

Penjadwal jangka pendek (short-term scheduler)
menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama.

Penjadwal jangka menengah 
Aktifitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder (swapping) tersedia ruang untuk proses lain

Penjadwal jangka panjang
bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi.
Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah. Sasaran utama penjadwal jangka panjang adalah memberi keseimbangan job-job campuran. 

Strategi Penjadwalan

Penjadwalan nonpreemptive 
Proses yang sedang berjalan tidak dapat disela. Sekali proses berada di status running (sedang berjalan), maka proses tersebut akan dieksekusi terus sampai proses berhenti karena selesai atau diblok untuk menunggu I/O atau untuk meminta beberapa layanan dari sistem operasi; dan CPU tidak dapat diambil alih oleh proses yang lain. 

Penjadwalan preemptive 
Proses yang sedang berjalan dapat diinterupsi dan dipindah ke status ready oleh sistem operasi sehingga CPU dapat diambil alih proses yang lain.  

Algoritma Penjadwalan

- FIFO (First-in, First-out) atau FCFS (First-come, First-serve) 
- SJF (Shortest Job First)  
- RR (Round Robin) 
- PS (Priority Schedulling) 

Klasifikasi berdasarkan prioritas :
-Algoritma penjadwalan tanpa prioritas 
-Algoritma penjadwalan berprioritas : Terbagi Menjadi dua yaitu algoritma penjadwalan berprioritas statik dan algoritma penjadwalan berprioritas dinamis

Penjadwalan FIFO

Penjadwalan nonpreemptive dan tidak berprioritas, proses-proses diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangan, proses yang datang terlebih dahulu, juga dilayani terlebih dahulu. Saat proses mendapat jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai. Job lama membuat job pendek menunggu, job tidak penting membuat job penting menunggu.

Contoh : ada 3 proses P1, P2, P3 dengan lama waktu kerja CPU (CPU Burst-time) masing-masing sbb : 


Jika proses datang dengan urutan P1, P2, P3 dan dilayani dengan algoritma FIFO maka dapat digambarkan Gantt Chart-nya : 


Waktu tunggu P1 : 0 milidetik, P2 : 24, P3: 27
Rata-rata waktu tunggu (Average Waiting Time / AWT) : (0+24+27)/3 = 17 milidetik.
Jika waktu kedatangan proses adalah P3, P2, P1 maka Gantt Chartnya adalah :


AWT = (0+3+6)/3 = 3 milidetik. Menentukan Turn Around Time


Turn around time (waktu penyelesaian) P1 adalah 24, P2 = 27, P3 = 30, maka rata-rata turn around time = (24+27+30)/3 = 27 milidetik 

Penjadwalan SJF

Asumsi : waktu jalan proses (sampai selesai) sudah diketahui sebelumnya. Menjadwalkan proses dengan waktu terpendek lebih dulu sampai selesai

Contoh : 


Gantt Chart :


Nilai waktu tunggu : P1 = 3 milidetik, P2 = 16 milidetik, P3 = 9 milidetik, P4 = 0 milidetik. AWT : (3+16+9+0) / 4 = 7 milidetik.

Contoh menentukan Turn Around Time :


Contoh menentukan AWT untuk SJF nonpreemptive:


A = 0 milidetik 
B = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 8-2 = 6 milidetik 
C = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 7-4 = 3 milidetik  
D = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 12-5 = 7 milidetik
AWT : (0+6+3+7) / 4 = 4 milidetik

Contoh menentukan AWT untuk SJF preemptive :


A = 0 + (11-2) = 9 milidetik 
B = 0 + (5-4) = 1 milidetik 
C = 0 milidetik 
D = 7-5 = 2 milidetik  
AWT : (9+1+0+2) / 4 = 3 milidetik. 
Menentukan Turn Around Time :


Penjadwalan Round Robin (RR)

Penjadwalan preemptive dan tanpa prioritas, semua proses dianggap penting dan diberi sejumlah waktu pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time-slice dimana proses itu berjalan. 

Ketentuan algoritma RR : 

  • Jika quantum habis dan proses belum selesai maka proses menjadi runnable dan pemroses dialihkan ke proses lain.
  • Jika quantum belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (selesainya I/O), maka proses menjadi blocked dan pemroses dialihkan ke proses lain. 
  • Jika quantum belum habis tapi proses telah selesai maka proses diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain.

Contoh : kumpulan proses datang pada waktu 0


Quantum 4 milidetik :
P1 mendapat 4 milidetik pertama
20 milidetik berikutnya akan disela P2 dan P3

Gambar Gantt Chart


Waktu tunggu tiap proses


AWT : (6+4+7)/3 = 5,66 milidetik 

Contoh : Menentukan Turn Around Time untuk quantum waktu (q) = 3 


Penjadwalan PS

Tiap proses dilengkapi dengan prioritas. CPU dialokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi. Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan digunakan algoritma FIFO.

Contoh : ada 5 proses P1,P2,P3,P4,P5


Gantt Chart


Waktu tunggu tiap-tiap proses :


AWT = (6+0+16+18+1) / 5= 8,2 ms

Prioritas biasanya menyangkut masalah : waktu, memori yang dibutuhkan, banyaknya file yang boleh dibuka, dan perbandingan antara rata-rata I/O burst dengan rata-rata CPU burst.  

Priority schedulling bersifat preemptive atau nonpreemptive. Jika ada proses P1 yang datang pada saat P0 sedang berjalan, maka akan dilihat prioritas P1. 

Seandainya prioritas P1 lebih besar dibanding dengan prioritas P0 maka pada non preemptive, algoritma tetap akan menyelesaikan P0 sampai habis CPU burst-nya, dan meletakkan P1 pada posisi head queue. Sedangkan pada preemptive, P0 akan dihentikan dulu, dan CPU ganti dialokasikan untuk P1. 

Minggu, 22 Maret 2020

Thread dalam Sistem Operasi

Konsep Dasar
Thread adalah unit dasar dari penggunaan CPU, thread mengandung Thread ID, program counter, register set, dan stack. Sebuah Thread berbagi code section, data section, dan sumber daya sistem operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process. Sebuah proses tradisional atau heavyweight process mempunyai thread tunggal yang berfungsi sebagai pengendali. Perbedaan antara proses dengan thread tunggal dengan proses dengan thread yang banyak adalah proses dengan thread yang banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas pada satu satuan waktu. Banyak software yang berjalan pada PC modern didesain secara multithreading. Sebuah aplikasi biasanya diimplementasi sebagai proses yang terpisah dengan beberapa thread yang berfungsi sebagai pengendali. Contohnya sebuah web browser mempunyai thread untuk menampilkan gambar atau tulisan sedangkan thread yang lain berfungsi sebagai penerima data dari network.


a. Single thread dan multi thread 
1. Single thread: process hanya mengeksekusi satu thread saja pada satu waktu.    
2. Multi thread: process dapat mengeksekusi sejumlah thread dalam sata waktu.

b. Model Multithreading 
Dukungan thread disediakan pada tingkat user yaitu user threads atau tingka kernel untuk kernel threads. User Threads disediakan oleh kernel dan diatur tanpa dukungan kernel, sedangkan kernel therads didukung dan diatur secara langusng oleh sistem operasi. Hubungan antara user threads dan kernel threads terdiri dari tiga model relasi

Thread pada OS Windows dengan task manager:


-Bagian Proses yang sedang berjalan.



-Bagian Performa 
 



 -Bagian Histori pada aplikasi

-Bagian pada Startup
  
    



 -Bagian Users

   

-Bagian Details